Gagal Hujan di Bintan, BMKG Ungkap Cuaca Panas-Berawan Awal Februari

Teknologi

Warga Pulau Bintan, khususnya di Tanjungpinang, mungkin bertanya-tanya mengapa hujan tak kunjung turun meski sudah memasuki musim yang seharusnya basah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa fenomena gagal hujan ini disebabkan oleh dominasi massa udara kering dari Australia serta tekanan tinggi di wilayah selatan ekuator. Kondisi ini menghambat pertumbuhan awan hujan yang biasanya terbentuk akibat pertemuan massa udara lembap.

Menurut prakiraan BMKG, awal Februari 2026 diprediksi akan didominasi cuaca panas dan berawan di Tanjungpinang. Suhu siang hari diperkirakan mencapai 32–34°C dengan kelembapan relatif yang cukup rendah, berkisar antara 55–70%. Meski demikian, potensi hujan ringan masih mungkin terjadi di sore atau malam hari, namun intensitasnya tidak merata dan cenderung lokal.

Kondisi ini juga diperparah oleh fenomena El Niño yang masih memberikan pengaruh signifikan terhadap pola curah hujan di Indonesia bagian barat, termasuk Kepulauan Riau. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap risiko kekeringan dan kebakaran lahan, serta menjaga asupan cairan tubuh agar tetap terhidrasi selama cuaca panas melanda.

Di tengah cuaca yang tak menentu, banyak warga memilih bersantai di tempat nyaman sambil menikmati hiburan ringan. Bagi pencinta game online, momen seperti ini cocok untuk sekadar melepas penat. Salah satu platform yang populer adalah Indobet Daftar, yang menawarkan berbagai pilihan permainan seru dengan sistem yang aman dan responsif. Tetap bijak dalam memilih aktivitas, ya!